|
Written by Wayan
|
|
Makam batu layang biasa di sebut dengan Taman Makam dari Kerajaan Pontianak, mulai dari Raja pertama (Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie) hingga raja terakhir (Sultan Hamid II) serta beberapa keluarga raja. Tempat ini biasanya ramai di kunjungi, khususnya pada hari besar islam. Taman Makam ini terletak kurang lebih 2 Km dari Tugu Khatulistiwa yang dapat dikunjungi dengan menggunakan transportasi darat maupun transportasi air (sampan). |
|
|
Written by Wayan
|
|
Taman rekreasi ini terletak di jalan Rahadi Usman, tepatnya di depan kantor Walikota Pontianak. Taman alun kapuas dengan water front city nya merupakan temapt yang indah dan nyaman untuk bersantai sambil menikmati pemandangan sungai kapuas dengan
Sebagaimana kota yang berada dekat dengan sungai yang merupakan pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, ferry atau sampan merupakan alat angkutan yang menjembatani pusat kota dengan pinggiran kawasan Siantan dan Kampung Beting. |
|
Written by Wayan
|
|
Sekitar lima kilometer sebelah utara dari pusat Kota Pontianak, dapat ditemukan sebuah tanda garisKhatulistiwa yang membagi bumi menjadi dua bagian. Tempat ini ditanda oleh sebuah tugu ataupun monumen yang ditemukan pada tahun 1928 oleh sebuah Ekspedisi Astronomi Belanda. Pada tahun 1938 atau tepatnya sepuluh tahun kemudian, “Tugu Khatulistiwa” direnovasi dan dikembangkan kembali oleh seorang Arsitek Indonesia yang bernama Sylaban.
Kejadian alam yang unik dimana posisi titik perpotongan antara pusat matahari dengan garis Khatulistiwa berada pada 109o 201 00” bujur timur atau disebut kulminasi, terjadi pada setiap tanggal 21-23 Maret dan September menjelang tengah hari. Pada saat itu semua benda yang berada disekitar tugu tidak memiliki bayangan. Puncak peristiwa kulminasi matahari ini dapat disaksikan hanya sekitar 5-10 menit. Sembari menunggu peristiwa kulminasi, di kawasan tugu khatulistiwa Pontianak diadakan serangkaian acara kesenian tradisional yang dihadiri oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. |
|
|
Written by Wayan
|
|
Aloe vera Center terletak di Jalan Budi Utomo Pontianak. Pertama kali didirikan pada tahun 2002 dan dibudidayakan pada tahun 1990. Di Aloe Vera Center kita dapat melihat tanaman aloevera dibuat menjadi tepung dan berbagai jenis makanan seperti dodol, kerupuk dan minuman. Tanaman Aloevera berasal dari Kapulauan Canary, Afrika Utara. Di Yunani pada tahun 333 SM Aloevera dikenal sebagai tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit, sedangkan di negeri Cina sebagai tanaman suci.
Pada lokasi Aloe Vera Center terdapat juga Orchid Center yaitu pusat pembudidayaan berbagai macam anggrek, termasuk anggrek hitam, jenis anggrek khas Kalimantan yang kini sudah mulai langka. |
|
Written by Wayan
|
Masjid Jami’ adalah salah satu masjid besar peninggalan masa kesultanan Pontianak. Lokasinya berada di pinggiran sungai yang indah dan masih asli, walaupun struktur dari masjid Jami’ tersebut telah mengalami rekonstruksi. Setiap jum’at siang, kayu belian yang masih ada di dalam masjid turut bergema oleh suara adzan. Selama hari raya islam, masjid ini menjadi pusat beribadah bagi masyarakat dan warga sekitar yang memperingatinya. Masjid Jami’ dapat di jangkau dengan menggunakan sampan dari pelabuhan Seng Hie atau dengan mobil melewati jembatan kapuas. |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |